Polres Tidore Kepulauan Gelar Press Realese Terkait Kasus Pembunuhan di Kel.Guraping Kec.Oba Utara Kota Tikep

Polres Tidore Kepulauan- Kepolisian Resor (Polres) Tidore Kepulauan pagi tadi gelar Press Realese terkait kasus pembunuhan yang dilakukan Sdr. (MIT) alias (R) yang dilaksanakan di Ruang Ruppatama Polres Tidore Kepulauan. Jumat (19/07/19)

Turut hadir dalam giat tersebut KOMBESPOL Anton Setiyawan Dir Reskrimum Polda Maluku Utara, AKP Dedi Yudanto,S.I.K Kasat Reskrim Polres Tidore Kepulauan, IPDA Arjan Naser Paur Humas Polres Tidore Kepulauan, Sdr.MIT Alias R Pelaku Kasus Pembunuhan, Anggota Sat Reskrim Polres Tidore Kepulauan, Anggota Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku Utara, dan Wartawan.

Press Release di mulai pukul 11.00 Wit yang di sampaikan langsung oleh Dir Reskrimum Polda Maluku Utara KOMBESPOL Anton Setiyawan bahwa Tersangka kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap gadis (18) atas nama Sdri.(GWK) Alias (K) warga Desa Tahane Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terancam hukuman Pidana Mati atau Pidana Penjara Seumur Hidup atau waktu tertentu, paling lama 20 (duapuluh) tahun.

Kejadian berawal di Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut) saat korban hendak bertolak ke Sofifi dengan menumpangi kendaraan lintas Tobelo-Sofifi pada hari Senin tanggal 15 Juli 2019 sekitar pukul 07.00 WIT dengan maksud mau ke Kota Ternate untuk mendaftar Kuliah, dalam perjalanan dari Malifut menuju Sofifi Tersangka dan Korban sempat berbincang-bincang di dalam mobil sampai Tersangka sempat bertanya ke Korban mau ke Ternate buat apa,dan korban menjawab saya mau mendaftar kuliah, Tersangka yang terlilit hutang ini langsung berniat merampok uang milik Korban karna Tersangka berpikir jika mendaftar kuliah pasti Korban membawa uang yang banyak , dan Tersangka berniat untuk menyetubuhi Korban karna Tersangka tergiur dengan kecantikan Korban.

Sampai di Guraping tepatnya jalan turunan Kantor Gubernur Tersangka menyuruh Korban duduk di kursi belakang dengan cara memberhentikan mobil dan menyuruh Korban untuk turun dan pindah di kursi tengah agar mempermudah niat kejahatan yang sudah Tersangka rencanakan.

Menuju ke Sofifi Tersangka melewati jalan belakang di Kel.Guraping, Tersangka melihat tempat yang aman kemudian Tersangka keluar dari mobil dan mendekati Korban, Tersangka sempat bertanya jumlah uang yang Korban punya, Korban menjawab uang yang Korban punya berjumlah 250.000, Tersangka beritahu kalau Tersangka meminta uang lebih dari harga tiket dari Malifut untuk membeli bensin, setelah itu Tersangka langsung mencium Korban dan menyetubuhi Korban di dalam mobil,karna Korban merontak dan mengancam akan melaporkan Tersangka ke Polisi, Tersangka langsung panik dan mengambil karet list variasi mobil warna putih di saku kursi mobil dan mengikat Korban di bagian leher hingga Korban tewas. setelah Korban tewas di kursi bagian tengah Tersangka kemudian membawa mobil menuju ke jalan 40 untuk membuang dompet, sepatu, tas korban dan selanjutnya menuju Desa Lelilef Waibulan Kec.Weda Tengah Kab. Halmahera Tengah untuk membuang mayat korban.

Dir Reskrimum Polda Maluku Utara KOMBESPOL Anton Setiyawan menyampaikan bahwa kasus tersebut terjadi pada 3 (tiga) Kabupaten yakni Kabupaten Halut yang menjadi lokasi pertama korban menumpangi mobil tersangka, Kota Tidore sebagai lokasi pembunuhan dan pemerkosaan serta Kabupaten Halteng sebagai lokasi jenazah korban ditemukan

Barang bukti yang saat ini kami amankan berupa karet list variasi mobil warna putih yang masih terlihat ada rambut korban saat di cekik di bangku tengah dalam mobil, terpat untuk menutup korban saat dibuang, baju dan rompi korban, celana jeans, pakaia dalam korban, gantungan tas serta kalung yang bertuliskan Kiki Wahab” Tegas Dir Reskrimum

”Tersangka Ronal ini merupakan salah satu residivis kasus pemerkosaan pada tahun 2006 dengan vonis 4 tahun yang bebas pada 2010 Atas kasus ini tersangka kita jerat dengan pasal 340 pembunuhan berencana, subsider 339 pembubuhan dengan tindak pidana lainnya junto 365 pencurian dan kekerasan serta pasal 285 pemerkosaan dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup,” Tambah Dir Reskrimum

Post Author: JA Polres Tikep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *